PCNU PACITAN

Hubbul Wathon Minal Iman

HSN Vault

Kiai: Santri Harus “Berotak Membumi, Berdada Melangit” — MWCNU Tulakan Gelar Sepekan Khidmat Hari Santri

PACITAN – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tulakan, Kabupaten Pacitan, menggelar sepekan penuh agenda akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2025. Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak awal bulan Oktober ini bukan sekadar perayaan meriah, tetapi menjadi wujud khidmah (pengabdian) total kepada agama dan bangsa. Inilah cara warga Nahdliyin Tulakan menunjukkan bahwa sanad (rantai keilmuan) dan semangat perjuangan para pendahulu tak pernah putus. Semua agenda ini menarik perhatian publik karena memadukan unsur organisasi, spiritualitas, dan cinta tanah air secara seimbang.

Secara organisasi, rentetan acara ini dibuka dengan Pelantikan Muslimat Ranting NU pada 12 Oktober, sebuah langkah nyata memperkokoh barisan kaum perempuan di tingkat desa. Beberapa hari kemudian, atmosfer spiritual kian terasa saat digelar Doa Bersama Serentak pada 18 Oktober 2025. Momen ini menjadi munajat seribu umat kepada Allah SWT, sebuah wasilah (perantara) memohon barakah (keberkahan) dan keselamatan bagi Indonesia. Melalui doa bersama ini, MWCNU Tulakan ingin mengajarkan pentingnya kekuatan spiritual dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tradisi luhur pesantren juga tetap menjadi pondasi kegiatan ini. Pada 19 Oktober, MWCNU Tulakan mengadakan Khotmil Quran, sebuah upaya menghadirkan  nur (cahaya) ilahi melalui ayat-ayat suci. Khotmil ini lalu diikuti dengan Ziarah Kubur Tokoh NU Tulakan di hari yang sama. Ziarah ini adalah wujud ta’dzim (penghormatan) mendalam kepada para muassis (pendiri), kiai kampung, para pejuang agama yang telah berjuang tanpa pamrih. Mengingat jasa para kiai adalah cara terbaik bagi santri untuk memperkuat tekad mereka dalam melanjutkan estafet perjuangan di era modern yang penuh gejolak dan godaan duniawi.

Inti dari perayaan HSN ini tertuju pada dua agenda utama di pekan mendatang. Pertama, Lailatul Ijtima’ Kubro atau Pengajian Umum yang digelar pada 21 Oktober 2025. Acara ini diperkirakan menarik ribuan umat untuk mendengarkan mauidzah hasanah (nasihat yang baik) dari para kiai sepuh. Kedua, Apel HSN tepat pada 22 Oktober. Apel ini sekaligus penegasan sikap santri sebagai penjaga garda terdepan NKRI, menggemakan kembali semangat Resolusi Jihad yang menjadi cikal bakal kemerdekaan bangsa Indonesia dari berbagai ancaman yang merongrong persatuan dan kesatuan.

Di tengah berbagai agenda itu, Ketua MWCNU Tulakan, KH. Ulumuddin, menyampaikan pesan filosofis yang sangat mendalam bagi seluruh jamaah. Beliau menegaskan bahwa HSN 2025 di Tulakan adalah simbol bahwa santri harus “berotak membumi” – artinya menguasai ilmu umum, teknologi, dan peka terhadap realitas sosial. Namun, di saat yang sama, santri wajib “berdada melangit dalam tengadah tangan kiai.” Pesan ini mengingatkan pentingnya tawadhu’ (rendah hati) dan kepatuhan spiritual kepada guru sebagai kunci utama meraih falah (kesuksesan) di dunia dan akhirat sebagai seorang mukmin.

Sebagai penutup dari seluruh perayaan yang penuh makna ini, warga NU Tulakan akan kembali berkumpul dalam Dziba’ Albarjanji Kubro pada 26 Oktober 2025. Pembacaan pujian kepada Nabi Muhammad SAW ini adalah wujud mahabbah (kecintaan) yang tulus, sekaligus permohonan agar mendapatkan syafaat (pertolongan) dari Rasulullah. Kegembiraan dan keteduhan dalam rangkaian HSN ini menjadi iktibar (pelajaran) bahwa perjuangan santri adalah perjuangan yang utuh: mengabdi secara fisik dan menyucikan diri secara batin, sebuah semangat yang selalu dijaga di bawah panji Nahdlatul Ulama untuk mengawal Indonesia tercinta ini (PCNU News).

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *