Skip to content
Pacitan–Malam ke-27 Ramadhan 1446 H, Rabu (26/03/2025), menjadi saksi kehangatan ukhuwah Islamiyah di Kecamatan Tulakan. PCNU Pacitan menggelar Safari Ramadhan yang tak hanya menyentuh aspek ritual, tetapi juga merajut kebersamaan yang mendalam dengan jamaah.
Rangkaian acara diawali dengan buka puasa penuh kekeluargaan di kediaman KH. Ulumudin, M.S.I., Ketua MWCNU Tulakan. Suasana akrab terjalin, di mana para pengurus MWCNU, muspika, koramil, tokoh masyarakat, dan banom-banom NU duduk bersama, berbagi hidangan dan cerita.
“Ramadhan adalah momentum untuk mempererat tali silaturahmi. Kami bersyukur bisa berkumpul di sini,” ujar KH. Ulumudin, M.S.I., dalam sambutannya.

Usai berbuka, rombongan Safari Ramadhan bergegas menuju Masjid At-Taqwa, Lingkungan Larangan, Desa Bungur. Masjid yang asri dan penuh kedamaian, malam itu, menjadi pusat perhatian. Jamaah dari berbagai penjuru memadati setiap sudut masjid, bahkan meluber hingga ke halaman.
Dr. Mukodi, M.S.I., Sekretaris PCNU Pacitan, dalam sambutannya, menyampaikan pesan penting. “Kami datang bukan sekadar berkunjung. Kami ingin memastikan ibadah jamaah NU sesuai dengan tuntunan syariat Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah. Selain itu, kami juga ingin mengingatkan pentingnya percepatan sertifikasi wakaf aset NU,” tuturnya.
Sutrisno, MM., Ketua PCNU Pacitan, sebagai penceramah. Dengan suara yang teduh, beliau menyampaikan mauidhah hasanah tentang pentingnya zakat fitrah. “Zakat fitrah adalah kewajiban yang tak boleh diabaikan. Mari kita tunaikan dengan ikhlas, sesuai dengan tuntunan syariat,” pesannya.

Malam itu, bukan hanya ceramah yang menyentuh hati. PCNU dan MWCNU Tulakan juga berbagi kebahagiaan dengan membagikan bingkisan lebaran kepada jamaah. Senyum merekah di wajah para penerima, menambah semarak suasana Ramadhan.
“Safari Ramadhan ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah upaya kami untuk hadir di tengah-tengah jamaah, mendengarkan aspirasi mereka, dan memberikan bimbingan,” jelas salah satu pengurus PCNU.
Masjid At-Taqwa malam itu menjadi saksi jalinan kebersamaan yang indah. Cahaya Ramadhan menerangi hati para jamaah, dan ukhuwah Islamiyah semakin erat terjalin. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga di hari-hari yang akan datang.