Skip to content
PACITAN–Malam itu, langit Punung dihiasi bintang-bintang yang berkelip, seolah ikut menyaksikan kehangatan silaturahmi yang terjalin. Sabtu, 22 Maret 2025, bertepatan dengan malam ke-23 Ramadhan 1446 H, menjadi saksi indah perjalanan spiritual rombongan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pacitan.
Dipimpin oleh Rais Syuriah KH. Ibnu Salam dan Ketua Tanfidz KH. Sutrisno, rombongan PCNU memulai perjalanan Safari Ramadhan mereka di kediaman KH. Imam Muadin, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Punung. Di sana, hidangan berbuka puasa tersaji, menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan.

Selepas santap malam, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al-Hidayah, Desa Wareng. Di sana, puluhan jamaah telah menanti, bersama dengan Kepala Desa Wareng, Bapak Purwo, jajaran Forkopimcam, dan tokoh masyarakat setempat. Suasana khusyuk menyelimuti masjid, saat shalat Isya, Tarawih, dan Witir dikumandangkan.
Ketua MWCNU Punung membuka acara dengan sambutan hangat, diikuti oleh KH. Sutrisno yang mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membesarkan Nahdlatul Ulama bersama-sama. Beliau menekankan pentingnya silaturahmi sebagai perekat persatuan.
Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH. Ibnu Salam. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan jamaah untuk memperbanyak dzikir dan sholawat, terutama di 10 malam terakhir Ramadhan yang penuh kemuliaan.
Namun, Safari Ramadhan ini tidak hanya tentang ibadah dan ceramah. Di penghujung acara, senyum merekah di wajah para yatim piatu dan dhuafa, saat mereka menerima bingkisan Ramadhan yang penuh berkah. Bingkisan tersebut berisi bahan makanan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka.

Pembagian bingkisan ini menjadi simbol kepedulian PCNU terhadap sesama, khususnya mereka yang membutuhkan. KH. Sutrisno, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan adalah salah satu wujud nyata dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
Malam itu, Punung menjadi penanda betapa indahnya kebersamaan dalam bingkai Ramadhan. Safari Ramadhan PCNU bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan menebar kebaikan di tengah masyarakat.