PCNU PACITAN

Hubbul Wathon Minal Iman

Berita & Event

Malam Ke-20 yang Istimewa: Safari Ramadhan PCNU Pacitan di Baitul Millah

Pacitan–Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid Baitul Millah, Desa Semanten, Pacitan, pada Rabu malam, 19 Maret 2025. Jamaah dan pengurus NU Pacitan berkumpul untuk mengikuti acara Safari Ramadhan yang diadakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan. Malam itu, di malam ke-20 Ramadhan 1446 H, masjid ini menjadi pusat bertemunya hati dan pikiran, dalam balutan ibadah dan kebersamaan.

Acara dimulai dengan syahdunya suara adzan Isya yang memanggil umat untuk bersujud bersama. Shalat Isya berjamaah menjadi pembuka rangkaian acara yang penuh berkah ini. Usai shalat, jamaah larut dalam khusyuknya shalat Tarawih, mengikuti setiap gerakan imam dengan hati yang tunduk.

Setelah itu, acara inti pun dimulai. Suasana semakin hangat dengan sambutan dari berbagai tokoh penting. Kepala Desa Semanten menyambut kedatangan rombongan PCNU dengan penuh sukacita, mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan yang membawa berkah ini. Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pacitan, K. Muthoin, dalam sambutannya, tak lupa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada tim safari PCNU Pacitan yang telah meluangkan waktu untuk menyapa dan bersilaturahmi dengan jamiyyah NU di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran tim safari PCNU Pacitan. Ini adalah momen yang sangat berharga bagi kami,” ujar K. Muthoin dengan senyum sumringah.

Kemudian, Ketua PCNU Pacitan, KH. Sutrisno, SH.I., MM., mengambil tempat untuk memberikan sambutan. Dengan suara yang penuh semangat, beliau mengingatkan jamaah akan peran penting NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beliau menekankan bahwa NU, sebagai sebuah jamaah dan jamiyyah, memiliki tanggung jawab besar untuk mengisi dan mewarnai kehidupan dengan nilai-nilai agama dan sosial kemasyarakatan.

“NU ini bukan hanya organisasi, tapi juga rumah kita bersama. Kita punya tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai luhur agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur KH. Sutrisno.

Puncak acara adalah mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Pacitan, KH. Ibnu Salam. Dengan gaya bicara yang khas dan penuh makna, beliau mengupas tuntas tentang pentingnya zakat fitrah dan zakat mal. Beliau menjelaskan bahwa zakat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sarana untuk membersihkan jiwa dan harta.

“Zakat itu membersihkan. Membersihkan harta kita dari hak orang lain, dan membersihkan jiwa kita dari sifat kikir,” jelas KH. Ibnu Salam. “Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim yang mampu untuk mengeluarkan zakat fitrah, dan juga zakat mal jika sudah mencapai nishab.”

Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Mereka menyimak dengan seksama setiap kata yang diucapkan oleh para tokoh, dan larut dalam suasana kebersamaan yang penuh berkah. Acara Safari Ramadhan ini benar-benar menjadi oase di tengah kesibukan duniawi, memberikan kesempatan bagi jamaah untuk memperdalam ilmu agama dan mempererat tali silaturahmi.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan pemberian bingkisan dan santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Senyum bahagia terpancar dari wajah mereka saat menerima bantuan tersebut. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama di bulan suci Ramadhan.

Safari Ramadhan PCNU Pacitan di Masjid Baitul Millah Desa Semanten bukan hanya sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, acara ini adalah wujud nyata dari semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian NU kepada masyarakat. Sebuah malam yang penuh berkah, yang akan terus membekas dalam hati setiap jamaah yang hadir.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *