Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama menggelar 23 event monumental untuk memperingati satu abad NU dan menyambut abad kedua NU (Pacitan, 7-2-2023). Bertempat di beberapa titik, rangkaian kegiatan bersejerah tersebut dilaksanakan dengan lancar, khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut, diantaranya; mengkoordinir keberangkatan 1 Abad NU di Sidoharjo sebanyak 1000 jama’ah, pembacaan manaqib Syech Abdul Qodir Jailani, khotmil qur’an binnadhor, pembacaan ratibul hadad dan mahalul qiyam, santunan yatim piatu, pemutaran ensklopedi NU dari muktamar ke muktamar hingga pelaksanaan pengajian umum dan doa bersama.
Secara rismi, rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ratibul hadad yang dilaksanakan di MWCNU Kebonagung, pada hari Ahad 29 Januari 2023 hingga 15 Februari 2023 dengan pengajian umum dan doa bersama di alun-alun Pacitan. Pendopo Pacitan dan alun-alun pacitan menjadi titik sentral kegiatan peringatan 1 Abad NU di PCNU Kab Pacitan. Menurut Ketua Pelaksana, Dr. Mukodi, M.S.I., sekaligus sebagai Sekretaris PCNU Kab. Pacitan, pelaksaan peringatan satu abad NU menuju dua abad NU ini berlangsung lancar, meaning full dan monumental. Atas nama, seluruh panitia saya mengucapkan terimkasih kepada semua pihak yang telah mensuport kegiantan ini, baik moril, materiil, maupun sprituil. Utamanya, ucapan terimkasih disampaikan kepada Bupati-Wakil Bupati, jajaran para kepala dinas dan pemerintah daerah yang mensuport secara penuh kegiatan ini, sekali lagi disampaikan terimakasih, tuturnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Pacitan, KH. Sutrisno, SH.I., MM., di sela-sela acara menyebutkan, kesuksesan acara ini, berkat maunah dan ridha Allah SWT, dan juga suport dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, para ketua MWCNU, ketua Ranting NU, seluruh banom dan lembaga-lembaga NU yang secara gotong royong mendukung dan mensukseskan kegiatan ini, disampaikan jazakumullah biahsanil jaza, jazakumullah khairan kasiran, amin, ukapnya kepada redaktur.
Di sisi lainnya, Zainal Abidin, salah satu peserta rombongan jamaah yang berangkat ke Sidoarjo mengatakan, moment ini adalah kegiatan yang sangat sakral dan bersejarah, saya dapat hadir ke Sidoarjo, walau mboten saget (tidak dapat) nerabas (menembus) jutaan orang yang mengular berkilo-kilo meter di area Sidoarjo, terimakasih kepada NU, ucapnya, sambil berkaca-kaca menyeka air matanya. Selamat satu Abad NU, ‘selamat memasuki Abad kedua, semoga NU kedepan semakin jaya dan berkibar dalam berkhidmat untuk masyarakat, bangsa, negara dan agama’, demikian harapan para peserta, warga nahdliyin yang hadir ke Sidoarjo, maupun yang berada di Kab. Pacitan. *)





